Notification

×

Pangsa Pasar Daging Babi Menggiurkan

Kamis, 25 Mei 2023 | 09.24.00 WIB

INIBACA.COM | KUNINGAN — Meski hari raya Imlek telah lewat beberapa bulan lalu, namun permintaan daging babi di Jakarta dan wilayah Jawa Barat (Jabar) terbilang masih cukup tinggi.

Demikian hak tersebut disampaikan Mas Billy, Direktur Aryaguna Farm kepada pewarta, hari ini.

Ia menyebut, konsumsi daging Babi memang selama ini banyak di distribusikan ke wilayah Jakarta dan Bandung, sedangkan meningkatnya jumlah permintaan seiring dengan maraknya tenaga kerja China dalam proyek MRTI dan atau Kereta Cepat Jakarta Bandung yang menyerap kurang lebih 3000 TKA asal negara tirai bambu itu.

"Selain itu kita juga banyak melayani kebutuhan Resto China dan Lapo di Bandung," katanya.

Menurut Mas Billy, stock ketersediaan daging babi selama ini dirasakan masih kurang. Hal itu juga bersamaan sejumlah peternakan Babi di wilayah Jateng banyak yang tutup, akibat terkendala di perizinan.

Ternak babi itu, kata Billy, sebenarnya gampang, karena segalanya mau, dan mudah, namun rentan juga terhadap penyakit hewan ternak. Apalagi sekarang ada ASF, itu khan belum ada obatnya dan belum ada vaksinnya. 

"Musuh peternak babi itu penyakit ternak, kalau dari soal harga tak ada persoalan, dan jumlah permintaan selalu booming," imbuhnya.

Alumni Sanatha Dharma Yogyakarta ini mengatakan juga, bahwa peluang pangsa pasar daging babi sangat tinggi dan menjajikan, jika dibandingkan ternak unggas jenis lainnya.

"Tapi resikonya ya itu tadi, penyakit. Itu sebabnya, di Aryaguna Farm faktor kebersihan selalu dan sangat kita jaga, utamanya bio security, dan pakan ternak juga harus diperhatikan. Termasuk nutrisi dan vitamin bagi babi, untuk menambah stamina," paparnya.

Bagi peternak babi, lanjut Mas Billy, 3 setengah bulan sudah bisa panen 90 kilo. Itulah bedanya peternak babi jaman dahulu dan sekalrang, kalau dulu konsumsi makanan bagi babi masih banyak menggunakan godokan, sekarang sudah menggunakan pakan ternak babi, sudah kering, dan asupan vitaminnya juga dijaga. Itu yang membedakan babi sekarang dan dulu.

Menurut Mas Billy, jika semua proses itu dilakukan, maka kualitas daging babi yang dihasilkan para peternak akan lebih baik. 

Di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, saat ini terdapat kurang lebih ada 86 peternak babi yang tersebar di beberapa titik. (fitri)