Notification

×

 Santri Husada Harus Punya Kreatifitas Yang Tinggi Untuk Mengembangkan Diri

Rabu, 30 November 2022 | 03.33.00 WIB

INIBACA.COM | PONOROGO —— Santri Husada Pondok Pesantren Al Bukhori Mangunan (Pondok Mangunan) Sampung Ponorogo mengikuti kegiatan Evaluasi Pendampingan Poskestren, pada Selasa, (29/11/2022) di Hall Hotel Mahesa, Ponorogo.

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan kabupaten Ponorogo itu diikuti lima (5) pondok pesantren yang sudah terbentuk Posketren. Masing-masing pondok pesantren mengirimkan 6 Santri Husada, 1 pendamping Ponpes, 2 orang pendamping Ormas, dan pengelola Promkes, Kesling, P2, Bidan desa/kel dari masing-masing PKM yang ada Poskestrennya.
 

“Hari ini kita sharing terkait kegiatan poskestren. Ini kesempatan yang baik untuk diskusi. Ide-ide selalu dikeluarkan agar inovasi-inovasinya berkembang,” kata Teguh Budi Prihwanto, S.Sos., M.M.Kes, saat membuka pertemuan Evaluasi Pendampingan Poskestren.

“Saya harapkan semua poskestren membuat perencanaan kegiatan untuk tahun 2023. Semua  program berjalan secara rutin. Jadi tujuannya poskestren ini lebih ke preventifnya, pencegahan penyakit. Agar tidak terjadi penyakit dalam pondok pesantren,” ucap Kabid Kesmas Dinkes Ponorogo,

Keberhasilan poskestren didukung oleh semua stakeholder terkait. Pendamping Ponpes, Ormas, Bidan desa, petugas kesehatan Puskesmas harus berperan aktif terkait pendampingan Santri Huasada. Sehingga program kerja dapat berjalan dengan baik.

“Santri husada harus punya kreatifitas yang tinggi untuk mengembangkan diri. Selain belajar keagamaan di pondok pesantren ada tambahan tentang pengetahuan kesehatan. Kesehatan ini harus dikembangkan inovasi-inovasinya. Biar dapat ide atau gagasan harus sering koordinasi dengan stakeholder terkait, yakni pembina yang ada di Puskesmas,” harapnya kepada Santri Husada.

Sementara itu, pada saat sesi materi, Dr. Hj. Rohmah Maulidia, M.Ag, dari Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar menyampaikan, “seluruh yang hadir pada kali ini, setelah kita saling sharing, kita sudah punya konsep yang bagus, sudah punya ilmu, pandangan, bayangan yang kita lakukan. Maka setelah ini semuanya harus memiliki komitmen untuk bisa membuat Poskestren ditempatnya masing-masing seideal mungkin, sebagus mungkin, seperfect mungkin. Dengan cara besinergi dengan Puskemas wilayahnya masing-masing dan juga Promkes Dinas Kesehatan,” terangnya.

Dosen IAIN Ponorogo itu juga menambahkan, “dengan kesungguhan, dengan niat yang baik, dengan ketulusan yang ikhlas mengabdikan, berjuang mendirikan poskestren dari awal sampai kemudian mengkader terus santri-santri husada. In sha Allah, akan menjadi amal jariyah, amal saleh amal baik kelak di Yaumil Qiyamah,” harapnya, saat mengakhiri closing statment di Hall Hotel Mahesa, siang itu.

Reporter: A. Sofyan