Notification

×

Tokoh Agama dan Masyarakat Banten, Tolak Demo Anarkisme tentang Omnibus Law

Jumat, 23 Oktober 2020 | 21.53.00 WIB


INI BACA ■  Sejumlah tokoh agama Banten mendeklarasikan dan menandatangani pernyataan sikap menolak aksi anarkisme menyusul adanya tindakan anarkis yang dilakukan sekelompok oknum pendemo yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Deklarasi damai itu dilakukan oleh tokoh agama, para pendekar dari berbagai perguruan bela diri, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lembaga swadaya masyarakat di Mesjid Agung At-Tsauroh Kota Serang, Jumat (23/10/2020).

“Tindakan anarkis, jelas dilarang oleh agama. “Allah SWT berfirman dalam Alquran: Wala tufsidu fil ardhi ba’da ishlahiha. Haram hukumnya melakukan kerusakan-kerusakan di muka bumi setelah dalam keadaan baik,” ucap H Embay Mulya Syarief, satu tokoh agama Banten kepada wartawan.

Embay mengatakan unjuk rasa adalah hak warga negara dan dilindungi undang-undang. Namun, ada norma hukum lain yang tidak memperbolehkan rusuh hingga merusak fasilitas publik saat demo. Bahkan H Embay, khawatir aksi unjuk rasa yang terjadi saat ini menjurus pada adu domba agar sesama umat Islam berkonflik.
Menurut H Embay, Islam adalah agama cinta damai. Bahkan Rasulallah mengajarkan dalam kondisi apapun tidak boleh melakukan perusakan, baik itu binatang, tumbuhan (kecuali yang dimakan), terlebih sarana ibadah.
“Menyampaikan aspirasi silahkan karena memang hak yang dilindungi undang-undang, namun tidak anarkis dan harus dilakukan dengan cara yang santun. Sesuai ucapan Rasulullah “sayangi yang ada di bumi, niscaya engkau akan disayangi oleh yang ada di langit”,” kata H Embay. 

Selaku Dewan Pembina Masjid Agung At-Tsuaroh, H Embay juga mendukung aparat kepolisian melakukan tindakan penegakan hukum terhadap pelaku perusakan serta mengusut tuntas aktor dibalik aksi unjuk rasa yang berujung pada aksi anarkis tersebut.

“Kami mendukung aparat kepolisian melakukan tindakan penegakan hukum terhadap pelaku perusakan dan mengusut tuntas aktor dibalik kerusuhan serta mendukung langkah penegakan hukum,” tandasnya.

H Embay juga mengimbau kepada masyarakat Banten jangan sampai terprovokasi adu domba dan berita hoax yang dapat memecah belah. Masyarakat Banten diharapkan untuk selalu menjaga kondusivitas lingkungan yang aman dan nyaman. Kata Embay, suasana keamanan yang aman dan nyaman merupakan anugerah besar yang diberikan Allah SWT bagi bangsa Indonesia.

“Dengan terciptanya suasana yang aman, kita semua dapat beribadah, bekerja serta aktivitas lainnya dengan tenang. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga negeri yang telah diberi anugerah yang besar oleh Allah SWT agar selalu kondusif, aman dan nyaman,” tandasnya. (Hms)